Ada kalimat yang mengatakan, ”Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.”
Kalimat ini telah saya dengar sejak lama. Beberapa orang menerjemahkannya bervariasi karena sudut pandangnya berbeda-beda pula. Akan tetapi perbedaan tersebut bukanlah menunjukkan sebuah pertentangan. Justru perbedaan cara pandang itu menunjukkan kedalaman kalimat tersebut. Akan tetapi saya sering mendengar hal yang sederhana dari maksud kalimat tersebut yakni belajarlah dari hal-hal kecil.
Kurang lebih 2 tahun adalah perjalanan sebagai marketing konsultan di sebuah perusahaan bernama Favorite Meat Processing adalah hal yang sangat luar biasa. Ucapan syukur saya kepadaNya tiada henti-henti. Setiap langkah saya beserta tim jalani. Banyak masalah yang kami temui, akan tetapi sekali lagi itu membuat kami tertantang selalu memperbaiki diri.
Di awal kerja sama kami, saya secara pribadi langsung menuliskan beberapa langkah di studio yang harus kami jalankan. Digital marketing (lewat social media) sebagai ‘senjata’ yang paling ampuh dalam membangun brand ini. Tapi sambil kami berfikir apakah senjata hand-to-hand tool yang paling dekat dan ampuh. Ternyata hasil pengumpulan data dan analisis kami (saya dengan tim) tertuju kepada satu alat yang telah diedarkan selama ini yakni kardus atau boks kemasan produk tersebut. Lalu saya bersama tim pemasaran Favorite Meat Processing berdiskusi yang ternyata memang mereka juga memikirkan hal itu. Kesamaan pemikiran ini yang akhirnya membuat saya dan tim bertindak ke langkah selanjutnya.
Salah satu hal yang juga kami coba perbaiki adalah kemasan. Hal pertama yang kami ‘benahi’ adalah elemen ‘kecil’ namun penting yakni logo sertifikat halal dan HACCP. Kami terus menganalisa kemasan yang telah digunakan selama ini. Kami memulai seperti yang dikatakan di paragraf pertama tulisan ini yakni hal kecil apa yang penting yang ‘harus’ dimasukkan ke dalam desain kemasan yang baru. Sebuah data yang paling penting yang kami dapatkan adalah perubahan budget tidak boleh terlalu besar (membengkak). Buat kami, itu bukanlah masalah yang besar. Karena kami berfikir dan bertindak sesuai dengan keinginan klien itu sendiri. Apabila ada hal yang kami anggap bertentangan dengan market, maka kami akan anjurkan sesuai dengan pandangan market yang akan mereka tuju. Dan bukan apa yang kami pribadi (Rio Dwisandy Branding Studio) mau.
Ternyata ada beberapa hal penting yang kecil-kecil yang kami harus ‘masukkan’. Mengapa? Justru elemen-elemen tersebut adalah elemen yang sangat besar pengaruhnya terhadap brand tersebut. Elemen-elemen itu diantaranya adalah logo halal, logo HACCP dan tagline perusahaan. Kalau dilihat dari besar ukuran, ketiga elemen ini sangat kecil dibandingkan luas sebuah sisi dari kemasan produk itu (kira-kira berkisar 1 : 30/elemen). Elemen ini sangat penting bagi market perusahaan ini. Saya meyakini bahwa market ingin keamanan dan kenyamanan dalam mengkonsumsi produk ini. 2 dari 3 hal kecil terswebut adalah ‘identitas’ dari produk tersebut. Dengan brand (merek) memasukkan 2 hal kecil itu, berarti dengan jelas dan tegas ‘menyatakan’ siapa diri mereka.
Dari momen ini akhirnya mempengaruhi kinerja kami selanjutnya yakni untuk terus bertindak dari hal-hal kecil. Tidak hanya untuk perusahaan ini akan tetapi juga untuk perusahaan-perusahaan lain yang kami tangani.
Kiranya tulisan ‘kecil’ ini dapat menjadi pembelajaran juga untuk anda berfikir dan bertindak.
