TownLife2

Mengapa Infrastruktur Sangat Penting Bagi Sebuah Negara

Kepemimpinan adalah tentang membuat orang lain lebih baik sebagai hasil dari kehadiran Anda dan memastikan bahwa dampaknya bertahan lama selama Anda tidak ada.
– Sheryl Sanberg, COO Facebook

Indonesia terlalu lama hidup dalam buaian semu. 32 tahun dibuai bukanlah waktu yang pendek untuk pembentukan karakter bangsa. Untuk menjadi pribadi yang lebih baik butuh kerja keras yang sangat luar biasa. Tapi untuk menjadi pribadi yang buruk, sangatlah mudah. Ibarat seseorang menaiki sebuah bukit yang tinggi, untuk mencapai puncak sangat berat, tapi untuk kita turun dari bukit sangat mudah.

Minggu, 23 Desember 2018 adalah tanggal di mana saya bisa menjadi (salah satu) saksi hidup dari hasil pembangunan jalan Tol Trans-Jawa. Berangkat dari Kota Malang menuju Surabaya lalu saya teruskan menuju Jakarta, lalu kembali menuju Denpasar-Bali. Ada beberapa infrastruktur yang belum selesai pada waktu itu. Akan tetapi struktur jalan tol sebagai alat utama telah bisa digunakan.

Perkembangan suatu negara sepenuhnya tergantung pada ketersediaan fasilitas infrastrukturnya. Infrastruktur memainkan peran penting dalam peningkatan standar hidup negara. Ini juga memainkan peran penting dalam berkontribusi pada tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Akan tetapi di Indonesia sendiri saat ini masih memiliki kendala yang sangat penting dan mendasar sekali yakni karakter pribadi setiap warganegara (lihat pada alinea awal). Saya berharap sedikit tulisan dibawah ini dapat membukakan wawasan masyarakat mengenai pentingnya infrastruktur bagi semua bangsa.

Tol Trans-Jawa, 2018

Infrastruktur mengacu pada fasilitas, kegiatan dan layanan yang mendukung operasi dan pengembangan sektor ekonomi lainnya. Fasilitas, kegiatan, dan layanan ini membantu meningkatkan produktivitas ekonomi secara keseluruhan. Infrastruktur juga memainkan peran penting dalam memfasilitasi kelancaran semua sektor ekonomi.

Terdapat dua jenis infrastruktur, yaitu :

  • Infrastruktur sosial, kebutuhan dasar fisik pengorganisasian sistem struktur untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Dengan kata sederhana, infrastruktur sosial merujuk layanan dasar masyarakat seperti pendidikan dan pelatihan, kesehatan dan sanitasi, air minum, perumahan, saluran air kotor dan lain sebagainya. Infrastruktur sosial ini secara tidak langsung mendukung sistem ekonomi (mikro) yang juga berdampak kepada ekonomi makro. Infrastruktur sosial secara tidak langsung meningkatkan produktivitas dan ekonomi melihat dampaknya setelah beberapa waktu. Infrastruktur sosial mengarah pada pertumbuhan dalam jangka panjang.
  • Infrastruktur fisik, infrastruktur yang secara langsung adalah infrastruktur yang berkaitan dengan kebutuhan sektor produksi seperti pertanian, industri, perdagangan dan lain sebagainya. Dengan kata sederhana, infrastruktur fisik secara langsung mendukung produksi. Infrastruktur ini juga secara langsung mendukung proses produksi dan distribusi dalam perekonomian. Sebagai contohnya adalah energi, irigasi, transportasi, telekomunikasi, perbankan, asuransi, teknologi, keuangan dan lain-lainnya. Infrastruktur fisik, bagaimana pun, secara langsung meningkatkan produktivitas dan ekonomi segera melihat dampaknya. infrastruktur juga mengarah pada pertumbuhan yang cepat (jangka pendek).

Mengapa Infrastruktur Sangat Diperlukan?

  • Kelancaran fungsi ekonomi. Fasilitas infrastruktur sangat diperlukan dan vital untuk kelancaran fungsi ekonomi. Infrastruktur seperti roda pembangunan yang tanpanya ekonomi tidak akan dapat berfungsi dengan baik.
  • Pengembangan pertanian. Perkembangan pertanian, sampai taraf tertentu, tergantung pada perluasan dan pengembangan irigasi, kredit, transportasi, listrik, pemasaran, pelatihan dan pendidikan yang memadai. Ini juga tergantung pada peningkatan penelitian dan pengembangan dan fasilitas lainnya.
  • Pengembangan industri. Bidang industri tidak hanya membutuhkan mesin dan peralatan tetapi juga membutuhkan energi, tenaga terampil, manajemen, perbankan, asuransi, dan layanan transportasi sangat penting. Kegiatan dan fasilitas ini akan secara langsung mengarah pada pengembangan sektor industri ekonomi.
  • Promosi investasi. Pembangunan infrastruktur jelas merupakan prasyarat yang mendapat peningkatan investasi ekonomi. Area-area dengan basis infrastruktur yang baik dapat berhasil menarik lebih banyak modal untuk investasi.
  • Peningkatan produktivitas. Pengembangan infrastruktur seperti fasilitas transportasi dan pendidikan meningkatkan produktivitas. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga penting dalam meningkatkan produktivitas ekonomi. Selain itu, penelitian dan pengembangan juga memainkan peran penting dalam peningkatan ekonomi.
  • Generasi karyawan. Infrastruktur memainkan peran penting dalam menghasilkan peluang kerja. Infrastruktur ini meningkatkan mobilitas, efisiensi dan produktivitas tenaga kerja. Selain itu, investasi yang lebih besar, pengembangan industri dan pertanian menciptakan lebih banyak peluang kerja.

Beberapa signifikansi sekunder tetapi penting dari infrastruktur ekonomi adalah sebagai berikut.

  • Pengembangan daerah terbelakang. Pengembangan daerah terbelakang dan penghapusan ketidakseimbangan regional merupakan kontribusi signifikan lain dari fasilitas infrastruktur. Kurangnya fasilitas infrastruktur di daerah terbelakang akan bertindak sebagai kendala pada pengembangan daerah tersebut.
  • Perubahan sosial. Fasilitas infrastruktur juga akan bertindak sebagai instrumen perubahan sosial. Pengembangan industri, fasilitas transportasi dan pendidikan akan mengubah pandangan masyarakat. Terlepas dari ini, bahkan ilmu pengetahuan, teknologi dan pertumbuhan kota-kota akan menyebabkan perubahan pandangan ekonomi.
  • Pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto). Ada hubungan yang sangat erat antara pengeluaran untuk infrastruktur dan pertumbuhan PDB. Studi mengungkapkan bahwa pertumbuhan 1% dalam stok infrastruktur sering dikaitkan dengan pertumbuhan 1% dalam PDB per kapita.
  • Pengembangan semua putaran / Pengembangan keseluruhan. Pembangunan infrastruktur penting tidak hanya untuk pertumbuhan ekonomi tetapi juga untuk pembangunan secara keseluruhan. Perkembangan ekonomi secara menyeluruh pada suatu sangat penting. Fasilitas infrastruktur juga diperlukan untuk inovasi teknologi. Seiring dengan inovasi teknologi, fasilitas infrastruktur ekonomi juga penting untuk memberantas kemiskinan dan meningkatkan globalisasi.

 

Infrastruktur ekonomi adalah pusat saraf dari sistem ekonomi. Ini memainkan peran penting dalam pengembangan tidak hanya ekonomi tetapi juga peradaban. Ini adalah layanan utilitas publik yang memberikan utilitas tempat dan waktu untuk barang dan jasa. Infrastruktur menghubungkan produksi, pusat distribusi dan konsumen akhir juga. Oleh karena itu, infrastruktur menyatukan unsur-unsur sistem ekonomi. Pengetahuan dasar tentang fungsi infrastuktur ini haruslah diketahui secara luas oleh warga negara (di setiap negara) terutama Indonesia, agar tongkat kerja dari sebuah pemerintahan dapat berjalan dengan baik sehingga bisa menghasilkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Instagram-Write

Ketatnya Persaingan Promosi di Instagram

Beberapa tahun yang lalu saya memulai mempromosikan jasa studio kreatif saya melalui Instagram. ‘Kehilangan’ beberapa kali akun Instagram usaha saya, tidaklah mudah bagi saya dan tim pada waktu itu. Saya pribadi tidak ingat kapan tepatnya saya  memulai menggunakan Instagram. Akan tetapi yang saya tahu pasti adalah kami (saya dan tim) menggunakan Instagram sebelum terjadinya akuisisi Instagram oleh Facebook (2012). Pada awalnya penggunaan Instagram saya hanya sebatas tentang ‘aku’. Perlahan saya dan tim menemukan ide untuk Instagram tersebut digunakan sebagai ajang/tool promosi jasa studio yang kami dirikan (akan tetapi saya tidak mengatakan bahwa kami adalah pengguna/pelopor dari gerakan ini).

Kalau kita berbicara ‘kiblat’ penggunaan Instagram kini, sangat jauh berbeda. Kini banyak akun Instagram yang digunakan untuk mempromosikan jasa atau produk (dalam bertransaksi bisnis). Dan pergeseran itu sangat cepat, ‘hanya’ dalam 8 tahun usia Instagram (2010–2018). Pada awal kami menggunakan Instagram sebagai salah satu alat marketing kami, masih tidak banyak yang menggunakan media sosial ini sebagai alat marketing. Kami mencatat hanya dalam waktu 1–2 tahun, fungsi sebagai alat marketing usaha semakin meluas bahkan sangat cepat pertumbuhannya.

Kalau kita memutar roda waktu ke belakang maka satu-satunya alat digital marketing hanya website. Akan tetapi kini berkembangnya media sosial, website sendiri sudah bukan menjadi satu-satunya alat digital marketing tapi masih tetap dibutuhkan (dalam tulisan sendiri kami akan memberikan bedahannya). Menurut beberapa data yang kami dapatkan dari dalam negeri (seperti Kompas, Liputan6 dan lainnya) maupun luar negeri, pengguna akun aktif mencapai 1 milyar setiap bulan. Oleh Instagram, data ini didapatkan dari akun yang ‘bergerak’. Bergerak yang dimaksudkan adalah dari masuk–keluarnya akun, mungunggah, menyukai, mengikuti serta mengomentari foto/gambar akun lainnya. Dan 50% dari 1 milyar akun Instagram tersebut (500 Juta pengguna), aktif setiap harinya. Itu sebabnya dalam buku panduan (elektronik) yang kami terbitkan bagi calon klien kami, sebagai latar belakang bagaimana pentingnya membangun market lewat Instagram. Kini, ada lebih dari 8 juta akun bisnis. Data yang kami dapatkan juga bahwa pertumbuhan pengikut sebuah brand meningkat dari 6% menjadi 8% per-bulannya. Mari kita hitung 6% dikalikan 1 miliar akun sama dengan 60–80 juta akun (pertumbuhan pengikut sebuah brand secara keseluruhan). Luar biasa pengaruhnya, bukan?

Studio kami sendiri memiliki target pengikut (follower) maupun penyuka (liker) bagi setiap klien kami (target proses dan bukan target hasil). Maksudnya adalah kami terus bergerak (bukti alat bacanya adalah likers/penyuka dan followers/pengikut). Akan tetapi apabila hasil perjalanan kami ‘masih kurang’ maka kami akan terus bergerak sehingga hasil followers/pengikut dan likers/penyuka masih sedikit, itu bukan tolak ukur mutlak. Supaya usaha klien (brand) yang sedang kami pegang dapat terus dikenal oleh target pasar.

Perkembangan media sosial menjadi salah satu ‘perbedaan besar’ dari pergerakan marketing sebuah perusahaan. Itu sebabnya, ciri khas dari sebuah perusahaan modern adalah penggunaan Instagram sebagai salah satu alat utama marketing.

favorite-meat-halal-haccp

Elemen Kecil dengan Pengaruh Besar

Ada kalimat yang mengatakan, ”Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.”

Kalimat ini telah saya dengar sejak lama. Beberapa orang menerjemahkannya bervariasi karena sudut pandangnya berbeda-beda pula. Akan tetapi perbedaan tersebut bukanlah menunjukkan sebuah pertentangan. Justru perbedaan cara pandang itu menunjukkan kedalaman kalimat tersebut. Akan tetapi saya sering mendengar hal yang sederhana dari maksud kalimat tersebut yakni belajarlah dari hal-hal kecil.

Kurang lebih 2 tahun adalah perjalanan sebagai marketing konsultan di sebuah perusahaan bernama Favorite Meat Processing adalah hal yang sangat luar biasa. Ucapan syukur saya kepadaNya tiada henti-henti. Setiap langkah saya beserta tim jalani. Banyak masalah yang kami temui, akan tetapi sekali lagi itu membuat kami tertantang selalu memperbaiki diri.

Di awal kerja sama kami, saya secara pribadi langsung menuliskan beberapa langkah di studio yang harus kami jalankan. Digital marketing (lewat social media) sebagai ‘senjata’ yang paling ampuh dalam membangun brand ini. Tapi sambil kami berfikir apakah senjata hand-to-hand tool yang paling dekat dan ampuh. Ternyata hasil pengumpulan data dan analisis kami (saya dengan tim) tertuju kepada satu alat yang telah diedarkan selama ini yakni kardus atau boks kemasan produk tersebut. Lalu saya bersama tim pemasaran Favorite Meat Processing berdiskusi yang ternyata memang mereka juga memikirkan hal itu. Kesamaan pemikiran ini yang akhirnya membuat saya dan tim bertindak ke langkah selanjutnya.

Salah satu hal yang juga kami coba perbaiki adalah kemasan. Hal pertama yang kami ‘benahi’ adalah elemen ‘kecil’ namun penting yakni logo sertifikat halal dan HACCP. Kami terus menganalisa kemasan yang telah digunakan selama ini. Kami memulai seperti yang dikatakan di paragraf pertama tulisan ini yakni hal kecil apa yang penting yang ‘harus’ dimasukkan ke dalam desain kemasan yang baru. Sebuah data yang paling penting yang kami dapatkan adalah perubahan budget tidak boleh terlalu besar (membengkak). Buat kami, itu bukanlah masalah yang besar. Karena kami berfikir dan bertindak sesuai dengan keinginan klien itu sendiri. Apabila ada hal yang kami anggap bertentangan dengan market, maka kami akan anjurkan sesuai dengan pandangan market yang akan mereka tuju. Dan bukan apa yang kami pribadi (Rio Dwisandy Branding Studio) mau.

Ternyata ada beberapa hal penting yang kecil-kecil yang kami harus ‘masukkan’. Mengapa? Justru elemen-elemen tersebut adalah elemen yang sangat besar pengaruhnya terhadap brand tersebut. Elemen-elemen itu diantaranya adalah logo halal, logo HACCP dan tagline perusahaan. Kalau dilihat dari besar ukuran, ketiga elemen ini sangat kecil dibandingkan luas sebuah sisi dari kemasan produk itu (kira-kira berkisar 1 : 30/elemen). Elemen ini sangat penting bagi market perusahaan ini. Saya meyakini bahwa market ingin keamanan dan kenyamanan dalam mengkonsumsi produk ini. 2 dari 3 hal kecil terswebut adalah ‘identitas’ dari produk tersebut. Dengan brand (merek) memasukkan 2 hal kecil itu, berarti dengan jelas dan tegas ‘menyatakan’ siapa diri mereka.

Dari momen ini akhirnya mempengaruhi kinerja kami selanjutnya yakni untuk terus bertindak dari hal-hal kecil. Tidak hanya untuk perusahaan ini akan tetapi juga untuk perusahaan-perusahaan lain yang kami tangani.

Kiranya tulisan ‘kecil’ ini dapat menjadi pembelajaran juga untuk anda berfikir dan bertindak.

Hal yang kecil dapat mengungkapkan sesuatu yang lebih besar.

Social Media functions

Media Sosial, Fungsinya

Cahaya pagi menyapaku. Menghentikan lelapnya tidurku.

Aku duduk sejenak untuk mengalirkan darah ke kepalaku. Lalu kuucapkan syukur kepadaNya atas hidup yang telah diberikan. Perlahan aku mengambil telepon genggamku dan mengaktifkannya. Tidak berselang lama, bunyi-bunyi pemberitahuan dari telepon genggamku datang silih berganti. Satu persatu pemberitahuan itu kulihat. Pemberitahuan yang berasal dari beberapa media sosial yang telah kuikuti. Akan tetapi entah mengapa pikiranku terbawa oleh satu pemberitahuan. Pemberitahuan tentang tawaran di media sosial Instagram untuk membeli pengikut (followers) dan penyuka (likers). Pikiran itu membawaku lebih dalam lagi untuk bertindak mengumpulkan data lalu menganalisanya. Pada akhirnya dalam pikiranku bertanya, ”Apakah sebenarnya fungsi saya memiliki media sosial dalam usahaku kini? Sebagai media marketing atau memberitahukan pasar tentang jasa atau produkku? Atau?”

Perlahan-lahan kulangkahkan kaki untuk mengumpulkan literatur untukku menjawabnya. Dan perlahan-lahan juga di pikiranku menjawab bahwa ada sebagian orang atau perusahaan yang berlomba memiliki begitu banyak pengikut (followers) dan penyuka (likers) untuk ‘dijual’ (dalam bentuk yang berbeda sebagai pengiklan sebuah produk atau menjual kembali para pengikut dan penyuka mereka kepada akun lainnya). Apa pun tujuannya itu, bagiku sah-sah saja.

Ketika kami menawarkan proposal jasa social media marketing ke beberapa perusahaan, seringkali kami menemukan pertanyaan mengapa pengikut/follower dan penyuka/likers anda tidak banyak? Padahal anda adalah perusahaan yang concern akan hal ini?

Dengan perlahan kami menjawab, kami memiliki tapak tujuan yang berbeda dengan beberapa orang atau perusahaan yang berlomba-lomba untuk memperbanyak pengikut dan penyuka. Tapak tujuan kami dalam fungsi media sosial marketing/branding adalah sebagai ruang portofolio yang akan dilihat oleh para calon pengguna usaha kami. Jadi kami tidak mencari atau mengumpulkan pengikut dan penyuka sebanyak-banyaknya. Peran media sosial ini dapat ‘sedikit’ menggantikan peran serta website yang dahulu memiliki status ‘raja’ atau ’satu-satunya’ alat digital marketing selain surat elektronik (e-mail). Memang kelebihan dan kekurangan masing-masing alat marketing tetap ada, akan tetapi semuanya itu dapat digunakan sebagai wujud sebuah usaha itu tidaklah berhenti di satu cara saja. Tetapi kreativitas tiada henti.

Biasanya saya memperkuat jawaban saya dengan pernyataan lainnya, seperti klasifikasi keaktifan pengikut (followers) atau penyuka (likers) yakni ada pengikut dan penyuka yang aktif (secara identitas akun) atau yang aktif mengikuti akun yang telah mereka ikuti di setiap posting-an lalu ada juga jenis akun yang ‘kosong’ (hanya dibuat tetapi tidak aktif menggunakannya). Dan, jawaban yang memperkuat lainnya adalah fungsi utama sebagai digital marketer yang melihat detail tentang karakter market dan bagaimana bisa ‘menyampaikan pesan’ ke market yang akan dituju.

Kiranya perjalanan kata-kata untuk tulisan ini sudah tiba pada akhirnya. Apabila ada kata-kata penyambungnya, kami akan mengunggahnya di tulisan kami berikutnya.
Sampai jumpa di tulisan kami berikutnya!

Tentukan fungsi media sosial Anda sebelum Anda memulainya.

Tiga Pendekatan Finansial

Membangun sebuah usaha memiliki banyak liku-likunya. Tidaklah selalu mulus adanya. Meskipun itu telah kita jalani sekian lamanya. Pembelajaran demi pembelajaran kita harus ikuti. Ketika kita tinggalkan proses pembelajaran itu, maka konsekuensinya akan sulit bagi kita pelaku usaha untuk merebut market baru yang serba dinamis. Salah satu yang kita bisa pelajari adalah cara pendekatan.

Di Indonesia sendiri (saya sendiri belum banyak menyelidiki di luar negeri atau kebiasaan ‘orang luar’) berlaku 3 pendekatan (strategi) finansial.

Pertama, Pendekatan Profesional (Murni).

Dimana pendekatan ini selalu memperhatikan etika professional (yang bersifat tegas dan jelas) dalam menghargai orang lain, itulah kekuatan dari pendekatan ini. Akan tetapi bagi budaya di Indonesia, hal ini dianggap terlalu kaku sehingga beberapa orang ‘sedikit’ takut atau gentar dalam menghadapi pribadi atau perusahaan yang melakukan pendekatan ini. Karena masyarakat Indonesia sendiri terlalu kuat dengan sifat kekeluargaannya (di poin kedua yang akan kita bahas). Sifat kekeluargaan yang mungkin 180 derajat bertentangan dengan pendekatan ini.

Kedua, Pendekatan Kekeluargaan.

Pendekatan ini dimana prosedur yang jelas dan tegas dapat ‘disingkirkan’ (baik itu sedikit atau keseluruhannya). Dari cara negosiasi, besaran harga dan lainnya. Sebenarnya pendekatan ini sangat baik bagi perusahaan kecil atau bagi yang memulai membuka usaha. Akan tetapi di Indonesia sendiri nilai uang menjadi hal yang sensitif, sehingga meskipun perusahaan itu ‘sudah besar’ akan tetapi tetap menggunakan pendekatan ini. Inilah sebenarnya titik dimana kita sebagai pekerja atau ‘bawahan’ dapat ‘melihat’ seperti apa gambaran perusahaan ini ditentukan oleh keputusan para pemimpinnya. Sebenarnya kalau kita memikirkan prinsip perkembangan sebuah usaha, maka semakin besar perusahaan itu semakin besar pula tuntutannya. Oleh sebagian perusahaan ‘ditentang’ dengan cara makin berkembang usaha tersebut justru ‘beban tanggungjawab’ kepada seorang pekerja ‘ditambah’ dengan dalih pekerja tersebut dapat lebih maksimal (karena pekerja tersebut ‘belum maksimal’). Berbeda dengan beberapa teman-teman saya yang berasal dari negara-negara berkembang lainnya seperti Amerika, Negara-negara di Eropa, Autralia, Jepang dan lainnya. Makin perusahaan itu berkembang ‘penambahan pekerja’ memang dilatarbelakangi oleh hal logis (dari sisi kuantitas beban tanggungjawab). Akan tetapi setiap pekerja di bidangnya masing-masing dituntut semakin berkembang atau yang artinya satu orang pekerja semakin lama semakin mendalami apa yang menjadi tanggungjawab yang diberikan kepadanya.

Ketiga, Pendekatan Menggabungkan Profesional dengan Pendekatan Kekeluargaan.

Pendekatan ini yang sekarang digunakan bagi pengusaha-pengusaha dari beberapa ‘negara luar’ yang membangun bisnisnya di Indonesia. Mereka tetap menghargai orang lain tapi mereka mau menjadi ‘keluarga’ bagi para pekerja. Itu sebabnya banyak para pekerja Indonesia yang nyaman akan situasi ini. Banyak kaum kapitalis di Indonesia sendiri yang menerapkan pendekatan kekeluargaan baik ketika awal perintisan maupun sampai saat mereka di puncak. Akan tetapi ‘lemah’nya kaum ‘bawah adalah ‘tetap’ mau diberlakukan hal itu. Ini biasanya karena mereka masih ada hubungan daging (saudara). Meski pemerintah sekarang telah ‘membuka’ usaha dan bahkan mendorong rakyat untuk mandiri. Ini kebanyakan menyangkut mental dan pengetahuan yang tidak bisa dipaksakan.

Semoga tulisan ini ‘sedikit’ menambah pengetahuan teman-teman dalam bertindak membangun usaha di Indonesia ataupun usaha yang baru.

Favorite Meat Processing

When meat gives you inspiration.

Favorite adalah sebuah merek produk daging olahan yang diproduksi oleh TITILESTARI pada 2014. Merek ini mengeluarkan berbagai macam produk olahan daging seperti sosis, daging asap, abon, dan bakso. Favorite menyediakan daging olahan berbahan dasar ayam, sapi, udang dan ikan yang dipadukan dengan rempah-rempah asli Indonesia dan wilayah Asia lainnya. Kami menangani promosi dan pembuatan alat pemasaran untuk perusahaan ini sejak 2016 sampai tulisan ini selesai dibuat.

 

 

GerbangIdentitasBudaya

Gerbang Identitas Budaya

Jakarta adalah kota kelahiranku. Tahun 1996 aku berangkat menuju sebuah tempat yang indah bernama Bali untuk sebuah tujuan yakni belajar. Tidak ada pikiran lain selain menuntut ilmu di tanah 1001 pura. Diterima di Universitas Udayana jurusan Seni Rupa dan Desain melalui jalur UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri) adalah ucapan syukur yang tak terkira dari keluargaku.

Satu hari satu malam lamanya dari tanah kelahiranku menuju kota Denpasar (Terminal Ubung). Menyeberang Selat Bali menggunakan kapal Feri Ketapang – Gilimanuk menjadi pengalaman pertama saya pada saat itu. Saat menapak di Pelabuhan Gilimanuk, saya langsung dihadapkan dengan kemegahan Candi Bentar yang didominasi oleh warna dari batu bata. Perasaan takjub dan penasaran untuk mengetahui lebih dalam tentang tanah 1001 pura ini tidak terhenti sampai di situ saja. Barisan rumah penduduk serta Pura yang memiliki arsitektur tradisional Bali yang sangat kental adalah sebuah mahakarya yang patut dipelajari dan dilestarikan. Lebih jauh lagi ku melangkahkan kaki, melihat barisan pria dan wanita menggunakan pakaian adat Bali sambil melantunkan musik tradisional Bali adalah fenomena yang tak pernah akan kulupakan.

Balinese women with traditional dress, Bali Arts Festival

Foto oleh Rio Dwisandy Branding Studio

 

Daerah Gilimanuk (Kabupaten Negara) adalah salah satu daerah ‘pertama’ yang saya sebut sebagai ‘Gerbang Identitas Budaya’ (apabila kita menggunakan jalur darat dari Pulau Jawa). Seringkali kita membahas lunturnya budaya ‘hanya’ berasal dari media seperti televisi, radio atau media elektronik lainnya. Kita lupa bahwa media itu ada 2 jenis yakni fisik (offline atau dikenal dengan hand to hand / langsung) dan non fisik (digital media/soft copy). Kedua jenis media inilah yang menjadi jalan masuk budaya dari luar. Dan kedua pintu ini juga menjadi alasan sangat penting bagi lunturnya budaya. Akan tetapi apabila kita telaah lebih dalam lagi bahwa ‘pintu terakhir’ lunturnya budaya adalah terletak pada manusianya sendiri. Apabila manusia yang memiliki karakter membangun tempat dia pijak itu kuat, maka daerah sekelilingnya juga akan kuat adanya dalam melestarikan budaya. Akan tetapi permasalahan yang terbesar adalah manusia pada dasarnya dikuasai oleh hawa nafsu, sehingga fokus hidup kepada kenikmatan diri sendiri adalah hal yang utama. Ciri pribadi yang fokusnya kepada kenikmatan diri sendiri ada bermacam-macam, akan tetapi sumber utamanya ada pada pikiran dan tindakan. Tanpa harus menghakimi akan tetapi silahkan kita (saya dan anda) introspeksi diri dengan baik dan detail, berapa nilai persentase kita memikirkan lingkungan kita dan daerah asal kita dibandingkan diri sendiri.

Ilustrasi oleh Rio Dwisandy Branding Studio

 

Gerbang Identitas Budaya yang secara fisik terlihat selain Gilimanuk ada Padang Bai di Kabupaten Karangasem, Bandara Ngurah Rai (Kabupaten Badung – Kuta) dan ‘pelabuhan bisnis’ Benoa.

Bulan Desember 2018 saya mencoba mencari data (kembali) mengenai budaya ‘sepanjang jalan dari sebuah Gerbang Identitas Budaya’ (kurang lebih radius 20 – 40 Km dari pelabuhan Gilimanuk ke arah 2 Kota cabang yakni daerah Singajara dan daerah Negara – Tabanan) lalu saya menganalisa (secara dasar), apakah terjadi perubahan budaya pada ‘Gerbang Identitas Budaya’ Bali? Masihkah anda ‘merasakan kentalnya’ budaya Bali disana? Itu pertanyaan yang harus dijawab oleh orang Bali sendiri. Memang idealnya ‘orang keturunan asli Bali’ sendirilah yang mengetahui akan hal ini. Akan tetapi sebagai pribadi yang saling melengkapi satu dengan yang lain, maka marilah kita (orang keturunan Bali asli dan orang dari luar Bali) bersama-sama menjaga ‘Gerbang Identitas Budaya’ agar budaya yang merupakan warisan nenek moyang kita tidak punah.

* Perlu digaris bawahi. Tulisan ini bukan didasari oleh pikiran dan hati yang negatif. Tulisan ini berfokus hanya pada satu pesan : menjaga salah satu budaya Indonesia yakni Bali.

WhatsApp Image 2018-10-01 at 19.09.06

Sebuah Jalan ke Rumah

Seringkali kami temui dengan budget yang terbatas sebuah perusahaan baru belum dapat memahami bagaimana ‘memainkan’ atau menjalankan media promosi dengan baik. ‘Hantam kromo’ adalah tindakan yang sering kami jumpai. Padahal dengan perhitungan yang matang dan terencana, sebuah perusahaan akan menekan budget, efisiensi kerja, efektif serta memiliki sistem (dasar) yang baik dalam membangun.

(Bagi perusahaan baru) Dalam sudut pandang marketing (yang efektif), media sosial idealnya menjadi ujung tombak awal / dasar dalam mempertontonkan ‘wajah’ perusahaan. Jadi keberhasilan ‘memainkan’ sosial media adalah titik awal yang baik dalam membentuk market.

Media sosial sebagai jembatan perusahaan menuju pasar.

Media sosial sebagai jembatan perusahaan menuju pasar.

A child walking in the midst of waterfall.

Sensasi Hitam Putih

Warna adalah sebuah pengalaman visualisasi yang bergantung dari cahaya. Apabila tidak ada cahaya maka tidak akan ada warna. Sering dalam literatur yang kita dapatkan dan baca, hitam bukanlah sebuah warna. Sesungguhnya pernyataan itu tidaklah benar. Tapi sesungguhnya hitam itu adalah warna tanpa hue. Hitam, abu-abu (gray) dan putih adalah warna yang memiliki cahaya yang berbeda. ‘Mereka’ adalah warna netral (achromatic color/warna-warna tanpa hue). Hitam putih pada ruang fotografi adalah merekam dimensi pencahayaan pada warna (nilai atau sifat) kedalam hitam, abu-abu (grey) dan putih. Kemampuan seseorang untuk memvisualisasikan sebuah karya mempengaruhi penempatan achromatic tersebut.

Saat-saat ketika saya memulai belajar fotografi, sangat sulit memahami foto yang berbasis hitam putih. Bagi saya yang dahulu, hitam putih tidak memiliki sensasi yang ‘menggerakkan’ jiwa.

Seiring bergulirnya waktu dan pengalaman, akhirnya saya ‘menyentuh’ sisi kebosanan akan warna dan mencari sensasi lain. Maka saya memulai sensasi baru dalam hitam putih. Mengolah beberapa gambar/image ke dalam hitam putih dan mencari data pembanding tentang hitam putih. Ketika pada masa pencarian tentang hitam putih, ternyata ada sensasi yang berbeda dalam hitam putih. Sensasi yang saya jelaskan pada alinea/paragraf pertama, yakni transisi warna (non hitam, abu-abu dan putih) ke dimensi achromatic (hitam, abu-abu dan putih). Ternyata hue (baik value dan lightness) menentukan gradasi achromatic. Sebagai contoh warna merah apabila diubah ke dalam achromatic akan berbeda dengan warna biru yang diubah ke dalam achromatic. Akan tetapi seringkali seorang fotografer tidak mengetahui hal-hal dasar tersebut. Hanya mengetahui hitam putih secara visual. Tapi proses dan historikal dasar dari hitam putih tidak dimaknai mendalam. Dan di dalam sebuah transisi, maka kita juga pastinya akan berbicara tingkatan, yakni tingkatan cahaya dalam hitam putih.

Masih banyak lagi pengalaman hitam putih yang saya dapatkan seperti notasi achromatic, jenis achromatic dan lainnya. Terlampau dalam dan panjang kalau diteruskan. Maka saya hanya mengucapkan satu kalimat saya, ”Selamat menikmati dunia hitam putih dari saya!”

“Dan semoga berkenan”

Salam Manis,
Rio Dwisandy

LinkedIn Profile

7 Hal Baik dan 7 Hal Buruk dalam Memperbarui Status LinkedIn

Pada hitungan Romawi angka 10 merupakan angka yang sempurna. Akan tetapi dalam proses penciptaan maka angka 7 adalah angka sempurna. Dimana Sang Pencipta ‘bekerja’ dalam 6 hari dan 1 hari untuk ‘berhenti sejenak’. Itu sebabnya beberapa orang melihat angka tujuh ini merupakan angka sempurna. Dan dalam pembahasan inipun ada 7 hal baik dan 7 hal buruk yang harus dilakukan dalam meng-update status LinkedIn.

7 hal baik yang anda harus lakukan adalah:

  1. Berbagi link (menggunakan alamat URL) ke artikel menarik, website atau video yang anda telah temukan sehingga orang lain juga dapat belar dari link tersebut. Jangan khawatir tentang apakah semua koneksi anda akan menemukan informasi sama-sama berharga lalu tidak membagikan kepada anda. Karena ketika anda memberi maka energi anda untuk mendapatkan hal yang baru lebih besar.
  2. Mengajukan pertanyaan yang dapat menyebabkan memecahkan masalah yang anda miliki, seperti: ” Ada yang tahu kandidat stock controler yang baik ?” Dan juga (kalau anda berkenan dan kira-kira kandidat tersebut dibayar ‘pantas) sertakan juga besar gaji atau fasilitas yang anda tawarkan kepada kandidat.
  3. Melakukan jejak pendapat informal jaringan anda (yang terdiri dari banyak pengusaha pintar) yang berkaitan dengan topik yang menarik bagi Anda, seperti: “Meningkatkan market/pasar dengan sosial media apakah lebih efektif ?”
  4. Sebutkan orang atau situasi yang mungkin bisa membantu untuk beberapa koneksi Anda, seperti: “Aku bertemu dengan Hermawan (pakar marketing) dan berbicara banyak tentang marketing. Lalu saya menemukan cara untuk menghemat pengeluaran dari marketing tapi dapat efektif menyentuh pasar”
  5. Bicaralah tentang acara yang akan anda lakukan. Atau anda akan menghadiri suatu acara. Dan acara tersebut juga ‘menarik’ orang untuk datang (maka berbagilah).
  6. Jika anda seorang pencari kerja, jangan gunakan kalimat seperti ini untuk mengatakan secara langsung kepada seseorang yang anda belum kenal, “Halo, nama saya … dan aku masih mencari pekerjaan.” Usahakan ‘masuk’ secara perlahan-lahan. Ceritakanlah pelan-pelan pengalaman dan reputasi anda sebelumnya.
  7. Gunakan tombol “Like” fitur ketika anda melihat update membantu dari salah satu koneksi anda. Melakukan bagian ini yang update dengan seluruh jaringan Anda.
Selain 7 langkah yang anda harus lakukan, ada hal lain juga yang harus anda jangan lakukan. Silahkan menyimak ketujuh hal itu :
  1. Menyebutkan hal-hal pribadi. Sebagai contoh apa yang anda miliki (kekayaan), sarapan pagi ini dan fakta anjing anda sakit hari ini. Hal ini menunjukkan bahwa anda tidak sedang menghargai waktu para kolega profesional bisnis anda.
  2. Terus menerus berbicara tentang produk dan jasa. Ini bukan tujuan dari media sosial, terutama LinkedIn.
  3. Hindari berbicara tentang topik yang mungkin sensitif terhadap beberapa audiens anda. Seperti hal perbedaan ras, suku, agama dan lain sebagainya. Yang pada akhirnya hanya menimbulkan konflik horizontal.
  4. Berpikir dua kali sebelum posting status anda dan bacalah kembali. Kira-kira apakah ada yang salah baik segi penulisan atau makna ?
  5. Setiap media social memiliki tujuan dan strategi yang berbeda-beda. Sehingga anda harus mengerti betul apa yang harus anda tulis. Jangan ‘perlakukan’ LinkedIn seperti anda berbicara di Twitter (dalam hal tertentu seperti perasaan marah dengan seseorang atau hal lainnya)
  6. Jangan meng-update LinkedIn ‘sama jumlahnya’ dengan media lain seperti twitter atau facebook.
  7. Jangan buang waktu Anda membaca update dari orang-orang yang melanggar semua hal di atas. Dengan menggunakan fungsi “Hide”, anda dapat berhenti update status seseorang tersebut sehingga tidak dapat muncul di halaman depan LinkedIn anda.

Ini hanyalah saran. Pengetahuan ini berasal dari beberapa sumber. Akan tetapi apabila ada yang kurang berkenan, silahkan email kami. Akan tetapi Apabila ada hal yang baik, silahkan anda dapat menjalankannya.

Sebutkanlah hal-hal yang perlu saja.