Menyegarkan pikiran dengan menyusuri jalan-jalan di kota Denpasar adalah salah satu kegemaran saya setelah berlama-lama di dalam ruang kerja. Melihat begitu banyak tempat penjualan atau bisnis yang ada di sisi kiri dan kanan jalan. Akan tetapi, ketika berada di salah satu jalan, tepatnya di Jalan Teuku Umar, ada hal yang terlintas di benak saya : begitu banyaknya bidang iklan maupun tanda/sign sepanjang jalan tersebut. Bahkan ada satu toko yang memasang iklan lebih dari tiga dan berukuran besar.
Tidak ada hal yang yang membatasi untuk tindakan tersebut. Artinya, si pemilik toko berhak atas tindakan-tindakan tersebut. Akan tetapi saya rindu memberi sedikit masukan untuk dijadikan pemikiran para pebisnis, dan apabila masukan ini tidak menjadi bahan untuk perubahan (karena ada faktor lain), itupun tidak masalah. Salah satu masukan tersebut adalah keterbedaan. Ada beberapa tutor bisnis yang menyarankan kepada saya, ”Kalau ingin membuka sebuah usaha, carilah sesuatu yang berbeda.” Prinsip itu juga yang menjadi pemikiran dalam membuat bentuk iklan atau bentuk sign/tanda atau bahkan sistem marketing yang berbeda. Ini berfungsi agar orang melihat keterbedaan itu menjadi sebuah ketertarikan. Lalu pertanyaan lanjutan yang sering terlontar dari beberapa orang, ketika diskusi itu berlangsung, “Apakah contoh dari keterbedaan tersebut?”
Ada beberapa keterbedaan yang telah saya temukan di sekeliling saya.
Mungkin apabila kita berjalan di Jakarta atau kota besar lainnya, keterbedaan ini sudah menjadi suatu pemandangan yang tidak asing lagi. Akan tetapi belum banyak digunakan di kota-kota lainnya seperti Denpasar, Kupang dan kota-kota lain (terutama di luar Pulau Jawa). Adapun contoh dari keterbedaan tersebut dalam marketing tools, antara lain adalah :
Pengulangan (iklan yang diulang dalam sebuah area)
Ini berfungsi sebagai pembentuk irama di pikiran/otak. Irama yang berulang-ulang membentuk opini di otak orang yang melihatnya agar terus dapat mengingatnya. Sebagai contoh pada foto ini. Ada kata nyeleneh yang beberapa kali terdengar di telinga saya, ”Yang besar belum tentu menarik! Belum tahu dia, yang kecil bisa nendang”
Digital (visual technology)
Di Singapura terdapat membuat air mancur dari teknologi animasi 3 dimensi, seakan-akan air terjun tersebut asli tapi menariknya adalah air mancur itu bisa berwarna-warni. Contoh dari Negara Singapura ini bisa dijadikan contoh bahwa digital sign ini bisa menjadi salahsatu juga bentuk keterbedaan. Kalau di beberapa kota besar di Amerika seperti New York, Chicago dan lainnya, teknologi digital ini sudah lazim digunakan.
Materi isi (tokoh/karakter, alur, tagline, teknik visual dan lainnya)
Masih teringat dalam ingatan bahwa begitu banyak iklan yang dapat tertanam di benak para pemirsa seperti “I like Monday” (‘Aku suka [hari] Senin,’ lahir dari sebuah situasi dan budaya yang tidak menyukai hari Senin,) lalu tagline “Asiknya rame-rame” dan masih banyak hal lainnya yang dapat menarik penikmat sebuah iklan
Dan masih banyak perbedaan-perbedaan lainnya. Dan itu membutuhkan pemikiran yang rumit dalam mewujudkannya, tapi bukan hal mustahil!
Selamat berkarya !




